Minim Uang Liputan 17 Agustus, Ampon Munzir Kritik Keras Pemkab Aceh Timur

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 04:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satupilar.com | Aceh Timur Wartawan senior Aceh Timur, T. Munzir yang akrab disapa Ampon Munzir, melayangkan kritik tajam terhadap minimnya uang liputan yang diberikan kepada wartawan dalam perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025.

Ia menilai, perhatian pemerintah daerah, khususnya Pemkab Aceh Timur, terhadap insan pers semakin menurun dari tahun ke tahun.

Menurut Ampon Munzir, perayaan Hari Kemerdekaan yang seharusnya menjadi momen bersejarah dan penuh semangat nasionalisme, justru ternoda dengan sikap acuh terhadap peran wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyayangkan bahwa uang liputan hanya dibagikan secara terbatas dan nominalnya sangat kecil.

“Di Kecamatan Peureulak Kota saja, uang liputan diberikan dalam amplop berisi Rp50 ribu per wartawan. Jumlah wartawan di sana sekitar 10 orang. Bagaimana dengan kecamatan lain? Apakah perlakuannya sama?” ujar Ampon Munzir dengan nada kecewa.

Ia juga menyoroti bahwa Aceh Timur saat ini dipimpin oleh Bupati Iskandar, yang notabene merupakan mantan wartawan. Namun, justru di bawah kepemimpinan Iskandar, tidak ada apresiasi yang layak bagi profesi wartawan dalam peringatan hari kemerdekaan.

Baca Juga:  Korlantas POLRI dan PT Jasa Raharja Survey Jalur Tol Trans Jawa, Pastikan Kelancaran Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 2025

“Pak Iskandar ibarat kacang lupa kulit. Dulu pernah merasakan suka duka sebagai wartawan, tapi kini ketika sudah jadi bupati, beliau seperti menutup mata,” kritiknya.

Ampon Munzir Sekretaris Redaksi Media cetak dan online Haba rakyat juga penasehat persatuan wartawan Aceh Timur menilai, selama bertahun-tahun wartawan ikut menyuarakan semangat kemerdekaan melalui pemberitaan dan publikasi, namun peran mereka kerap diabaikan. Bahkan ia menyebut, wartawan seperti ‘dijajah’ di tengah semangat memperingati kemerdekaan yang sejatinya diraih lewat perjuangan dan pengorbanan.

“Setiap tahun kita ikut mempublikasikan semangat 17 Agustus. Tapi kami justru tak dihargai. Ini bentuk ketidakpedulian pemerintah kepada jurnalis,” katanya.

Ia berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur lebih peduli terhadap wartawan, tidak hanya saat perayaan hari besar, tetapi juga dalam mendukung tugas jurnalistik yang menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.

Berita Terkait

Bupati Aceh Tamiang Hadiri Peringatan HUT RI Ke 80 di Kampung Sapta Jaya
Bupati Resmi Tutup Gebyar Panggung Kemerdekaan,
Bupati Armia, Lakukan Sidak Pasar Pastikan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Buka Pendidikan Kader Ulama Perempuan,Bupati Harap Kontribusi Besar Didik Anak Aceh Tamiang
B2SA Goes To School Wujud Generasi Sehat, Cerdas dan Produktif
Bupati Armi,Minta Pejabat Baru Cermati Potensi PAD dari Sarang Burung Walet
Pemkab Aceh Tamiang Gelar Gerakan Pangan Murah
Pemkab Apresiasi Lomba Hias Dusun Kreatif di Kampung Upah Bendahara
Berita ini 33 kali dibaca
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:26

Bupati Aceh Tamiang Hadiri Peringatan HUT RI Ke 80 di Kampung Sapta Jaya

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:18

Bupati Armia, Lakukan Sidak Pasar Pastikan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:15

Buka Pendidikan Kader Ulama Perempuan,Bupati Harap Kontribusi Besar Didik Anak Aceh Tamiang

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:11

B2SA Goes To School Wujud Generasi Sehat, Cerdas dan Produktif

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:09

Bupati Armi,Minta Pejabat Baru Cermati Potensi PAD dari Sarang Burung Walet

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:06

Pemkab Aceh Tamiang Gelar Gerakan Pangan Murah

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:00

Pemkab Apresiasi Lomba Hias Dusun Kreatif di Kampung Upah Bendahara

Kamis, 28 Agustus 2025 - 02:57

Hadiri Sertijab Camat Rantau,Bupati Titip Pesan Strategis

Berita Terbaru